Kamis, 28 Agustus 2025

.........”Allahuma Sholi Ala Satidina Muhamad Wa Ala Ali Sayidina Muhamad”....... 
========================================================================================================================================
 

Apa itu Hadis Qudsi?

Secara bahasa, kata qudsi berasal dari kata al-quds (القدس) yang berarti suci. Maka, hadis qudsi disebut juga sebagai “hadis yang suci” karena kandungan maknanya berasal dari Allah .

Secara istilah, hadis qudsi adalah hadis yang maknanya bersumber dari Allah , tetapi lafaz atau redaksinya disampaikan oleh Nabi Muhammad .

Jadi, yang membedakannya dari Al-Qur’an:

Al-Qur’an→ lafaz dan makna sama-sama dari Allah, membacanya bernilai ibadah, dan merupakan mukjizat.

Hadis Qudsi → makna dari Allah, lafaz dari Nabi , tidak bernilai ibadah dalam tilawah, dan bukan mukjizat.

Pendapat Para Ulama tentang Hadis Qudsi

1.Imam Al-Suyuthi; Menjelaskan bahwa hadis qudsi adalah firman Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad melalui ilham atau mimpi, bukan melalui malaikat Jibril dengan cara yang sama seperti Al-Qur’an.

2.Imam An-Nawawi; Menyebutkan bahwa hadis qudsi kedudukannya adalah di antara Al-Qur’an dan hadis Nabawi. Ia tidak setinggi Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemuliaan karena maknanya langsung dari Allah.

3.Ibn Hajar Al-‘Asqalani; Menegaskan bahwa lafaz hadis qudsi berasal dari Nabi Muhammad , sementara maknanya dari Allah. Karena itu, hadis qudsi bisa saja memiliki derajat sahih, hasan, atau dhaif, bergantung pada sanadnya.

4.Al-Qadhi ‘Iyadh; Menyatakan bahwa hadis qudsi tidak boleh dibacakan dalam salat seperti Al-Qur’an, sebab ia bukan bagian dari mushaf dan tidak memiliki status sebagai ayat.

Kesimpulan

Hadis qudsi adalah pesan ilahi yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad dalam bentuk makna, lalu Nabi menyampaikannya dengan redaksinya sendiri.

Ia berbeda dari Al-Qur’an, tetapi lebih tinggi kedudukannya dibanding hadis Nabawi biasa karena maknanya langsung dari Allah.

Ulama sepakat bahwa hadis qudsi adalah salah satu bentuk wahyu selain Al-Qur’an, namun tidak termasuk bagian dari mushaf.

Mempelajari hadis qudsi berarti kita semakin dekat dengan nilai-nilai ketuhanan yang disampaikan dalam bentuk yang lembut dan penuh hikmah. Ia adalah “bisikan kasih sayang” dari Allah kepada hamba-Nya, agar kita tetap berada di jalan yang lurus.

 Contoh Hadis Qudsi dan Penjelasannya

1. Tentang Niat

Rasulullah bersabda, Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah menuliskan (menetapkan) kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun tidak jadi mengerjakannya, Allah catat baginya satu kebaikan sempurna. Jika ia berniat dan melaksanakannya, Allah catat baginya sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan lebih. Jika ia berniat melakukan keburukan namun tidak jadi mengerjakannya, Allah catat baginya satu kebaikan. Jika ia berniat lalu mengerjakannya, Allah catat baginya satu keburukan.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Makna: Allah Maha Adil dan Maha Pemurah. Bahkan niat baik yang belum terlaksana sudah diberi pahala, sementara niat buruk yang tidak jadi dilakukan justru dicatat sebagai kebaikan.

2. Larangan Berbuat Zalim

Allah berfirman dalam hadis qudsi: “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku, dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.” (HR. Muslim)

Makna: Allah Maha Adil dan tidak menzalimi hamba-Nya. Manusia juga wajib menjauhi kezhaliman dalam bentuk apapun, baik kepada Allah (syirik), kepada sesama manusia, maupun kepada diri sendiri.

3. Rahmat Allah yang Luas

Allah berfirman: *“Rahmat-Ku mendahului murka-Ku.” ( HR. Bukhari & Muslim)

Makna: Kasih sayang Allah lebih luas dan lebih mendahului daripada murka-Nya. Ini memberi harapan besar bagi hamba yang bertaubat, bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka.

4. Allah Sesuai dengan Prasangka Hamba-Nya

Allah berfirman: “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku pun mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di hadapan banyak orang, Aku mengingatnya di hadapan yang lebih baik dari mereka (para malaikat).”

(HR. Bukhari & Muslim)

Makna: Jika kita berbaik sangka kepada Allah dan yakin akan pertolongan-Nya, maka Allah akan memperlakukan kita sesuai prasangka itu. Sebaliknya, buruk sangka kepada Allah adalah kesalahan besar.

5. Allah Maha Mengampuni

Allah berfirman:“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian melakukan kesalahan siang dan malam, sedangkan Aku mengampuni semua dosa. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kalian.”  (HR. Muslim)

Makna: Manusia tak luput dari dosa, tetapi Allah selalu membuka pintu ampunan bagi yang mau kembali dengan taubat.


Hadis-hadis qudsi di atas menunjukkan betapa  Allah penuh kasih sayang, Maha Pengampun, dan Maha Adil. Ia mengajarkan kita untuk memperbaiki niat, menjauhi kezhaliman, selalu berprasangka baik kepada Allah, serta tidak pernah putus asa dari ampunan-Nya.


.........”Allahuma Sholi Ala Satidina Muhamad Wa Ala Ali Sayidina Muhamad”.......   ========================================================...